
Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Mataram turut hadir dan mengisi materi dalam Workshop Penanganan Emergency Maternal dan Neonatal Bagi Dokter, Bidan Dan Perawat Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang digelar di Auditorium RSUD Praya. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dokter, bidan, dan perawat dalam menangani kegawatdaruratan ibu hamil serta bayi baru lahir, guna menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Lombok Tengah.
Dalam pemaparannya, Kepala Bapelkes Mataram menekankan bahwa peningkatan mutu tenaga kesehatan merupakan prioritas utama dalam transformasi sistem kesehatan di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus mendorong pelatihan tenaga medis dan tenaga Kesehatan yang lebih merata, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan layanan kesehatan di berbagai daerah.
Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:
Pemerataan dan pemenuhan tenaga kesehatan, terutama di daerah yang masih kekurangan tenaga medis terlatih.
Standarisasi pelatihan berbasis kebutuhan layanan, agar tenaga kesehatan memiliki kompetensi sesuai dengan tantangan di lapangan.
Transformasi sistem pembelajaran digital, termasuk pemanfaatan platform Plataran Sehat untuk meningkatkan akses pelatihan tenaga kesehatan secara lebih luas.
Regulasi terbaru terkait pelatihan tenaga kesehatan, termasuk implementasi UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan PP No. 28 Tahun 2024 yang mengatur penyelenggaraan pelatihan tenaga medis secara berkelanjutan.
Selain materi kebijakan, workshop ini juga menghadirkan berbagai sesi pelatihan berbasis teori dan praktik. Narasumber yang terdiri dari dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta dokter spesialis anak memberikan pelatihan terkait penilaian kemajuan persalinan dengan partograf, penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta resusitasi, stabilisasi, dan transportasi bayi baru lahir. Peserta juga berpartisipasi dalam sesi simulasi menggunakan alat peraga medis untuk memperkuat keterampilan mereka dalam menangani kondisi darurat di lapangan.
Workshop ini diikuti oleh 100 Tenaga Kesahatan dari berbagai fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta. Di akhir kegiatan, peserta yang memenuhi syarat mendapatkan sertifikat dan SKP dari Kementerian Kesehatan RI sebagai bentuk pengakuan atas peningkatan kompetensi mereka.
Dengan terselenggaranya workshop ini, RSUD Praya dan Bapelkes Kemenkes Mataram berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal, demi pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik di masa depan.